Alasan Spiderman No Way Home Bisa Jadi Film Spiderman Terburuk

Alasan Spiderman No Way Home Bisa Jadi Film Spiderman Terburuk

Tidak terasa Spiderman versi MCU kini sudah masuk ke sekuel ketiga. Film yang akan berjudul Spiderman : No Way Home ini diproyeksikan akan hadir di akhir tahun. Hingga tulisan ini ditayangkan, banyak bocoran-bocoran menarik yang bisa menjadi nilai jual film yang belum memiliki judul ini. Seperti adanya karakter dari seri Spiderman sebelumnya. Bahkan 2 pemeran Spiderman sebelum Holland diprediksi akan kembali di film ini.

Namun meski dengan hype yang tinggi, gue berprasangka jika film ini bakalan menjadi film Spiderman terburuk saat ini. Rasanya terlalu dini untuk menyimpulkan, namun ada beberapa faktor yang bisa saja berpengaruh bagi film ini. Kecuali MCU bisa mengatasi ini, faktor-faktor dibawah ini sebaiknya dihindari demi hasil akhir yang baik.

Konflik Disney dan Sony yang cukup berlarut

Setelah Spiderman Far From Home rilis, film ini menjadi film Spiderman terlaku saat ini. Namun hasil impresif ini tidak membuat Disney dan Sony berbahagia. Justru hal ini menjadi konflik tersendiri bagi kedua pihak ini.

Disney sebagai parent company Marvel Studios yang memiliki MCU merasa tidak mendapat apa-apa dari kerjasama ini. Disisi lain Sony sebagai pemilik Spiderman tidak ingin Disney mengintervensi filmnya. Konflik yang cukup menyita waktu sehingga pengembangan film ini jadi sedikit terhambat. Beruntung masalah ini sudah selesai.

Waktu yang mepet untuk pengembangan

Imbas dari masalah diatas, waktu untuk mengembangkan film ketiga ini jadi terhambat. Karena belum pasti apakah Spiderman ketiga ini masuk MCU atau tidak. Apalagi film ini harus tayang dua tahun setelah Far From Home. Untungnya pandemi ini sedikit mengulur waktu penayangan dari Juli menjadi Desember. Meski tidak banyak, setidaknya bisa mensiasati masalah waktu.

Memiliki masalah overstuffing dari Spiderman sebelumnya

Salah satu “penyakit” dari film Spiderman 3 (versi Tobey Maguire) dan The Amazing Spiderman 2 adalah overstuffing. Kedua film Spiderman ini dianggap terlalu banyak memasukkan musuh dan subplot di film ini. Alhasil, dua film itu jadi kurang fokus.

Seakan tidak belajar dari dua film itu, Spiderman No Way Home akan memunculkan lebih banyak lagi karakter. Dari sini saja sudah ketahuan jika resikonya lebih tinggi dari 2 film Spiderman itu. Apalagi dengan persiapan yang cukup mepet, sehingga film dengan banyak karakter dan konsep menarik ini memiliki fondasi yang keropos. Tapi kan Infinity War dan Endgame masukin banyak karakter? Masalahnya ini bukan film Avengers, melainkan film solo MCU yang seharusnya fokus pada karakter yang menjadi judul.

Apakah masalah ini bisa terselesaikan?

Meski dengan beberapa faktor yang menghambat film Spiderman ketiga di MCU, setidaknya ada faktor yang membuat film ini tidak jadi sejelek itu. Salah satunya adalah Film Into The Spiderverse yang menjadi basis untuk Spiderman ini. Sebagai informasi, film ini adalah film Spiderman terbaik sepanjang masa. Jika film ini bisa belajar dari Spiderverse, bukan tidak mungkin akan menjadi film yang lebih baik dari film rilisan 2018 ini.

Kurang lebih itu alasan mengapa film Spiderman No Way Home berpotensi menjadi film Spiderman terburuk. Tulisan ini hanyalah dugaan yang belum tentu akan terjadi. Jika saja Sony dan Marvel Studios bisa belajar dari kesalahan 2 film itu , bukan tidak mungkin Spiderman ini akan menjadi film terbaik Spiderman. Semoga tulisan ini salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The White Tiger Previous post Film Indonesia Sebaiknya Mengikuti The White Tiger
Wandavision Next post Wandavision dan Kekagokan Marvel Studios di Serial Televisi