Ketika Hollywood Membuat Film Dengan Citarasa Asia

Ketika Hollywood Membuat Film Dengan Citarasa Asia

Di zaman serba inklusivitas ini, Hollywood semakin gencar membuat konten yang ramah semua orang. Ini cukup menarik mengingat Hollywood punya sejarah kelam soal rasisme di masa lalu. Setelah Hollywood memberikan tempat bagi LGBT dan kulit hitam, kini giliran Asia yang banyak direpresentasikan di Hollywood.

2021 menjadi momen maraknya film Hollywood dengan citarasa Asia ini. Lebih menarik lagi karena 3 film yang dibahas disini adalah adaptasi (sesuatu yang jamak terjadi di Hollywood saat ini). Ada Snake Eyes (adaptasi mainan), Mortal Kombat (adaptasi video game) dan Shang-chi (adaptasi buku komik). Tulisan ini membahas bagaimana Hollywood memberikan sentuhannya pada 3 film yang terasa “Asia” ini. Dan juga membahas seberapa baik adaptasi yang dilakukan Hollywood.

Sumber: Paramount Pictures

Snake Eyes adalah yang paling terasa “Asia”, namun juga yang paling kikuk

Diantara 2 film bercitarasa Asia disini, Snake Eyes adalah yang paling terasa Asia. Film ini tidak memodifikasi budaya Jepang yang menjadi basis film, namun memberikan sentuhan modern. Namun sayangnya film ini terasa bingung antara menjadi tradisional ataupun modern. Feel yang dirasakan kurang begitu otentik maupun fresh. Hal ini semakin diperparah dengan keseluruhan film yang jelek.

Banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Dari backstory Snake Eyes yang aslinya memang tidak jelas (seperti Joker), sutradara yang kurang mengerti budaya Asia, hingga aktor yang misscast. Rasanya merekrut dua aktor yang memiliki roots Asia Tenggara kurang begitu tepat di film yang berkonsep Jepang seperti ini. Hal ini jamak terjadi saat

Sumber: Warner Bros

Mortal Kombat memodifikasi budaya Asia sehingga menjadi “budaya baru”

Seperti halnya video gamenya, beberapa elemen Asia di Mortal Kombat tidak berasal dari satu budaya tertentu. Yang dilakukan mereka adalah mengambil suatu budaya Asia, memodifikasinya, dan menjadi sesuatu yang baru. Uniknya masih terasa Asia dan cukup mirip dengan budaya yang diadaptasi. Walaupun masih menyisakan satu budaya Jepang di awal film.

Meski film ini biasa aja, namun film ini unggul di beberapa part. Memang film ini tidak disutradarai oleh sutradara Asia, namun setidaknya masih mengerti sumbernya. Paling tidak mereka masih ngecast orang Jepang untuk bermain karakter yang rootsnya dari Jepang. Ini adalah hal kecil yang cukup luput di Hollywood.

Sumber: Marvel Studios

Shang-Chi mereka ulang budaya Asia dengan cara Marvel

Berbeda dengan Mortal Kombat yang membuat kebudayaan baru dari budaya Asia, Shang-chi memilih untuk memodifikasi budaya yang ada. Marvel mengadaptasi budaya China dengan gaya yang “Marvel” abis. Salah satu contohnya adalah “ten rings” yang terinspirasi dari gelang kung-fu atau wing chun. Belum lagi dengan mitologi naga yang di-Marvel-kan di ending film. Alhasil film ini jadi pengalaman yang menarik bagi fans Marvel dan film-film Asia sejenis.

Satu hal yang bikin film ini “Asia banget” adalah kru dibalik filmnya. Sutradara Asia dan pemain yang mayoritas keturunan China membuat film ini mengerti budaya yang diangkat. Membuat film ini terasa otentik dan tidak terkesan “pandangan Amerika terhadap budaya China”. Belum lagi ada elemen representasi warga Asia di Amerika yang cukup subtle namun relate di film ini.

Kesimpulan

Untuk mempermudah pemahaman kita, mari kita analogikan ketiga film ini dengan nasi goreng. Jika diibaratkan demikian, Snake Eyes ibarat tetap menggunakan resep nasi goreng aslinya namun dijual di mall kelas atas. Mortal Kombat ibarat mengimprovisasi resep nasi goreng dan bahkan tidak memakai nasi sebagai bahan utamanya.. Sedangkan Shang-chi tetap menggunakan resep yang ada namun dengan bahan dan chef yang berasal dari negara tersebut.

Tidak ada yang salah dari ketiga approach ini. Hal ini menandakan banyak cara mengadaptasi suatu representasi namun dengan standar Hollywood. Berharap semakin banyak citarasa Asia di film mainstream Hollywood lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pretty boys selesai Previous post Mengapa Film Pretty Boys Lebih Bisa Diterima Dari Selesai
women in superhero movies Next post Menilai 4 Film Superhero DC-Marvel Garapan Sutradara Wanita