Kumpulan Film Pandemi Yang Menggambarkan Kecemasan Kita

Kumpulan Film Pandemi Yang Menggambarkan Kecemasan Kita

Karena sebuah virus yang hingga kini menjangkiti dunia, lahirlah sebuah genre yang berjudul “film pandemi”. Berbeda dengan zaman dulu, kemajuan teknologi pesat mempermudah proses pengambilan film. Selain itu, membuat film bisa jadi momen untuk mengisi waktu luang sembari menunggu kondisi normal kembali.

Film dengan genre ini sebenarnya cukup beragam. Namun jika ditelaah ulang, ada beberapa hal yang harus atau pasti ada di genre film ini. Biasanya film pandemi menceritakan tentang kecemasan atau perasaan kita terkait virus ini atau pembatasan yang ada. Karena ada pembatasan, tak jarang proses pengambilan gambar tidak boleh melibatkan lebih dari 4 orang. Atau lebih buruk lagi, menggunakan Zoom meeting. Secara durasi tidak lebih dari 1 jam 45 menit. Beberapa film malah berkonsep omnibus atau antologi yang berkonsep kumpulan film pendek. Dan semua film yang bertemakan pandemi ini harus tayang di layanan streaming. Belum ada definisi yang cukup jelas dari film pandemi ini.

Homemade Kristen Stewart
Sumber: Netflix

Netflix Memiliki Homemade dan Social Distance sebagai Omnibus Film Pandemi

Di awal-awal isolasi, Netflix menelurkan sebuah omnibus berjudul Homemade. Homemade sendiri terdiri dari 20 film pendek dengan konsep yang cukup acak. Intinya omnibus ini hanya film pendek yang dibuat saat lockdown dimulai. Tidak semua film yang secara gamblang berbicara soal virus bersangkutan. Walau ajaibnya cukup menggambarkan kondisi saat pandemi. Konsepnya cukup unik, bahkan ada yang filmnya cuma screen recording SMS aja.

Beberapa bulan kemundian, muncullah film serupa yang berjudul Social Distance. Sebuah film yang lebih berkonsep dan per filmnya lebih panjang dari Homemade. Namun justru terasa lebih hampa dari film sebelumnya. Namun ada satu part yang akan menjadi ciri khusus dari film pandemi, yaitu penggunaan Zoom sebagai medium penghubung tiap cast.

Sumber: Bioskop Online

Indonesia juga bikin omnibus yang niat dengan Quarantine Tales

Seakan ingin mengikuti jejak kedua film tersebut, Indonesia juga membuat film pandeminya sendiri yang berjudul Quarantine Tales. Film yang ditayangkan di Bioskop Online ini bisa dibilang lebih niat dari dua antologi tersebut. Beberapa BTS dari film ini menampilkan sutradara yang langsung di tempat bahkan jika filmnya melibatkan Zoom meeting. Apalagi 2 film terakhir yang dishoot secara proper meski dengan pembatasan.

Sayang filmnya dikemas dalam satu film utuh dan bukan dipecah menjadi 5 film terpisah seperti Homemade dan Social Distance. Alhasil kita harus repot mencari menit keberapa filmnya karena tidak ada timestamp. Udah itu kebanyakan filmnya menaruh judul di akhir film. Belum lagi dengan konsep Bioskop Online yang bersifat sewa membuat kita harus menyelesaikan film ini dalam 2 hari.

Locked Down
Sumber: HBO Max

Locked Down, film pandemi terpanjang dan terniat

Setelah beberapa kali kita disajikan dengan film omnibus/antologi, akhirnya ada film full length juga. Berjudul Locked Down, film ini memiliki durasi yang lebih panjang dan pengambilan gambar yang lebih proper. Sebenarnya premis soal pencurian saat lockdown merupakan premis yang baik, sayang kita harus menunggu hingga 1/3 akhir film. Selebihnya cuma hal-hal yang tidak begitu penting. Dan membosankan.

Sumber: Klikfilm

Hari Yang Dijanjikan yang Indonesia banget

Akhirnya ada juga film pandemi full length di Indonesia. Dirilis di Klikfilm di saat lebaran, sutradara Fajar Bustomi menggabungkan kecemasan saat ini dengan melodrama yang Indonesia banget. Dari PHK massal hingga bisnis masker bekas yang belum tersajikan di film pandemi manapun. Belum lagi sentuhan relijius yang menghiasi film ini. Hasilnya cukup works juga meski secara subjektif bukan film favorit (emang gak suka drama seperti ini).

Sumber: Bioskop Online

Honorable Mention

Ada beberapa film yang sebenarnya syuting saat pandemi namun tidak (atau hampir) bisa digolongkan sebagai film pandemi. Salah satunya adalah Malcolm and Marie. Meski film ini syuting saat pembatasan dan cukup menceritakan kecemasan saat pandemi, namun setting waktu film ini kurang begitu representatif. Dan bisa saja menjadi film yang bersetting di saat normal.

Selain itu ada Story of Kale. Meski syuting saat PSBB, dan dengan pembatasan yang ada, sayangnya tidak begitu terasa seperti film pandemi. Mengingat sebenarnya film ini bersetting sebelum kejadian NKCTHI, yang tentunya bersetting di kehidupan “normal”. Satu lagi ada Borat Subsequent Moviefilm. Memang ada membahas tentang pandemi, tapi karena kebetulan saja. Dan mungkin masih banyak lagi film pandemi yang belum tercover dari seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Zack Snyder's Justice League Previous post Zack Snyder’s Justice League, Serupa Namun (Jauh) Lebih Baik
MCU Disney+ Next post Series MCU Yang Memiliki Keunggulan Dan Kelemahannya Tersendiri