Mengapa Film Pretty Boys Lebih Bisa Diterima Dari Selesai

Mengapa Film Pretty Boys Lebih Bisa Diterima Dari Selesai

Rasanya belum ada film yang se”kontroversial” film Selesai di tahun ini. Dari seberapa jeleknya film ini hingga isu yang ofensif membuat film karya Tompi ini dicecar netizen. Entah berapa banyak netizen terutama di Twitter menjulidin film ini. Sampai postingan Instagram dan Twitter akun ini saja banyak yang merespon.

Disisi lain Pretty Boys, juga dibuat oleh Tompi dan Imam Darto, juga memiliki isu serupa. Namun film yang dibintangi Vincent dan Desta ini lebih bisa diterima masyarakat. Setidaknya yang mencerca film tersebut masih lebih sedikit dibandingkan Selesai. Lalu mengapa film Pretty Boys bisa lebih diterima meski isunya sama-sama sensitif?

Disclaimer: Postingan ini mengandung spoiler , dan berdasarkan opini pribadi.

pretty boys
Sumber: Prettyboys Pictures

Isu yang dibawa Pretty Boys lebih dekat sama masyarakat

Faktor pertama yang membuat Pretty Boys bisa lebih diterima adalah isu yang diangkat. Memang Pretty Boys ofensif karena menyingung transpuan. Namun isu ini diselimuti oleh keresahan yang lebih besar dan lebih dekat dengan masyarakat. Yaitu “Hancurnya dunia pertelevisian“, dimana saat itu banyak acara televisi yang kebanci-bancian.

Selain karena LGBT yang masih tabu bagi beberapa masyarakat Indonesia, banyak orang yang resah dengan televisi saat itu. Wajar saja jika seproblematiknya film ini, setidaknya film ini menjawab keresahan masyarakat saat itu. Kalaupun ada yang protes karena homophobic tidak banyak dan tenggelam begitu saja.

film selesai.
Sumber: Bioskop Online

Buruknya Selesai dalam membawakan isu sensitif

Isu perselingkuhan di film Selesai memang bukan isu yang begitu sensitif, namun sayangnya menyenggol pihak yang “salah”. Jika saja film ini fokus ke perselingkuhan saja sepertinya akan aman-aman saja. Namun karena ada beberapa elemen yang merusak, wajar jika banyak yang marah.

Tidak hanya humornya yang terkesan murahan, namun Selesai juga menggunakan approach komedi yang sudah usang. Dari pelaku selingkuh yang dibuat “menang” hingga kesehatan mental yang menjadi plot twist membuat film ini menjadi target amarah. Apalagi saat ini adalah zaman dimana isu seksis dan kesehatan mental menjadi penting . Alhasil banyak aktivis feminis yang marah dan geli saat menyaksikan bahkan mendiskusikan film ini.

Elemen pendukung disamping isu yang diangkat

Faktor elemen diluar isu utama juga membuat Pretty Boys lebih diterima dari Selesai. Setidaknya elemen selain isu yang diangkat seimbang (atau mungkin sedikit lebih banyak) dibandingkan Selesai. Udah itu elemen pendukungnya malah menutupi aib film ini. Alhasil, jadi tidak terkesan menggurui dan sedikit membuat film ini watchable.

Disisi lain, isu sensitif yang dibawakan di Selesai terlalu mendominasi keseluruhan film. Hal ini semakin diperparah dengan jokes yang terlalu ofensif, usang, dan cancelable. Alih-alih membuat film ini jadi menarik, malah semakin menjerumuskan film ini lebih dalam.

Faktor lainnya

Dan masih banyak faktor x yang berpengaruh pada kesuksesan Pretty Boys. Dari pesona Vindest yang lebih menarik dibandingkan Gading Marten, komentar sang sutradara terkait kritikan film, hingga sudut pandang penonton ini sendiri. Ada beberapa komentar di sosial media yang memuji film Selesai, bahkan sampai yang merequest sekuel. Beberapa reviewer juga memuji film ini.

Mungkin jika harga sewa film Selesai tidak 40 ribu, setidaknya netizen gak akan begitu julid. Masalahnya film-film yang lebih bagus di Bioskop Online bisa didapat dengan lebih murah. Bahkan film Hollywood yang disewa di platform seperti Apple Tv dan Google Play Movie saja lebih murah. Mungkin momen juga berpengaruh ke reaksi masyarakat. Jika tidak dirilis di jaman cancel culture seperti ini, mungkin film ini akan diapresiasi lebih baik lagi.

Diskusi seputar film ini di space Twitter bisa didengarkan disini .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MCU Disney+ Previous post Series MCU Yang Memiliki Keunggulan Dan Kelemahannya Tersendiri
snake eyes mortal kombat shang chi Next post Ketika Hollywood Membuat Film Dengan Citarasa Asia