Series MCU Yang Memiliki Keunggulan Dan Kelemahannya Tersendiri

Series MCU Yang Memiliki Keunggulan Dan Kelemahannya Tersendiri

Setelah tahun lalu tidak ada konten MCU sama sekali, di tahun ini Marvel Studios seakan mengamuk. Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada 10 konten MCU yang rilis di 2021. 6 diantaranya adalah series Disney+, yang merupakan sesuatu yang baru di MCU. Wuih!

Hingga Juli ini, setidaknya ada 3 series MCU yang telah hadir di Disney+, seperti Wandavision, The Falcon And The Winter Soldier, hingga Loki. Semua konten diatas memiliki beberapa keunggulan dan kelemahannya sendiri. Disisi lain series-series ini juga berbagi isu dan sisi menarik yang sama.

Sumber: Marvel Studios

Series MCU memiliki otonomi yang lebih besar dari filmnya

Salah satu hal yang noticeable dari 3 series ini adalah seberapa uniknya konsep dan penyajian yang diberikan. Sepertinya para showmaker dan kru-kru disini diberikan kebebasan yang lebih banyak dibandingkan di filmnya. Kita tidak tahu apakah nantinya film-film di phase 4 juga seperti ini, tapi paling tidak MCU sudah mulai berbenah di segi kreativitas.

Otonomi yang lebih besar terasa di series seperti Wandavision dan Loki. Dimana banyak hal-hal yang absurd dan diluar formulasi MCU kebanyakan. Dari Wanvis yang memberikan tribute kepada sitkom Amerika hingga Loki yang unggul di world building serta konsep multiverse yang terbilang berani untuk ukuran MCU.

Sumber : Marvel Studios

Makin panjang durasi, makin dalam karakterisasi dan ceritanya

Dengan durasi yang cukup panjang, beberapa character arc disini terasa lebih dieksplor. Salah satunya adalah karakterisasi para karakter villain disini yang lebih dalam ketimbang villain-villain di film MCU sebelumnya. Bahkan kita bisa lebih simpatik kepada beberapa villain disini, seperti yang terjadi di TFATWS, dimana para villainnya

Selain itu panjangnya durasi juga berdampak pada cerita. Ruang yang lebih luas memungkinkan cerita menjadi lebih dalam dan semakin banyak yang dieksplor. Dari konflik personal Wanda, isu rasial dan post blip di TFATWS, hingga konsep multiverse Marvel lebih tereksplor dengan durasi yang panjang. Tentunya jauh lebih banyak angle dibandingkan film yang tidak bisa lebih dari 3 jam.

Sumber: Marvel Studios

Approach “series rasa film” justru membuat setiap episode beda hype

Meski secara kualitas lebih konsisten, namun ada beberapa kekurangan yang cukup subtle. Salah satunya justru “kelebihan” yang malah menjadi bumerang. Series-series MCU memiliki approach yang sama seperti filmnya. Hal ini membuat kualitas series MCU setara dengan film, setidaknya lebih konsisten. Namun ada beda yang cukup kontras di medium film dan series .

Salah satu konsekuensinya adalah tidak semua episode memiliki hype yang sama. Karena approach film ini justru membuat penikmat MCU lebih menunggu episode pertama dan terakhir dibandingkan episode tengah. Kita yakin jika setiap episode memiliki kualitas yang sama, meski akhirnya “struktur tiga babak” memaksa episode terakhir untuk memiliki bobot. Alhasil semua episode tidak bisa “berdiri sendiri”

Durasi dirasa terlalu dragging

Karena ini adalah kali pertama Marvel Studios membuat series, pastinya approach membuat film seringkali terbawa. Selain tiap episode yang beda “beban”, durasi series yang jauh lebih lama membuat banyak adegan yang tidak perlu. Mungkin adegannya penting, tapi terasa seperti adegan yang direnggangkan agar pas dengan durasi yang lama.

MCU Disney+
Sumber : Marvel Studios

Overall review series MCU di Disney+

  • Wandavision: Konsep yang fresh dan lebih terasa series dibandingkan series lainnya. Namun kurang bisa dinikmati para geek dan ending yang berantakan.
  • The Falcon And The Winter Soldier : Series yang lebih familiar bagi penikmat MCU dengan beberapa improvement di karakterisasi. Namun secara overall series cenderung membosankan dan Bucky yang underutilized meski namanya ada di judul.
  • Loki: Series MCU terbaik sejauh ini. Konsep yang fresh namun lebih familiar dari Wandavision. Namun karakter selain Loki dan para variannya kurang menarik. Selain itu series ini terbilang berat untuk diikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Kumpulan Film Pandemi Yang Menggambarkan Kecemasan Kita
pretty boys selesai Next post Mengapa Film Pretty Boys Lebih Bisa Diterima Dari Selesai