Zack Snyder’s Justice League, Serupa Namun (Jauh) Lebih Baik

Zack Snyder’s Justice League, Serupa Namun (Jauh) Lebih Baik

Rasanya tidak ada movement segila #ReleaseTheSnyderCut .Tidak hanya karena hasil akhir filmnya yang begitu jelek, juga karena visi Zack Snyder yang dikhianati . WB , dan Joss Whedon, melakukan “koreksi” untuk membuat film ini lebih “menjual”. Namun hal ini justru menjadi bumerang bagi mereka yang sudah mengikuti DCEU sejak Man of Steel. Film yang rilis 4 tahun lalu tidak hanya buruk, tapi problematik. Setelah beberapa tahun, film yang berjudul resmi Zack Snyder’s Justice League hadir di tanggal 18 Maret.

Zack Snyder’s Justice League tidak hanya menampilkan Justice League berdasarkan visi sang sutradara, melainkan memperbaiki masalah yang ada di versi 2017. Secara cerita tidak begitu beda dengan versi 2017. Namun beberapa aspek dibuat lebih baik, dan lebih sesuai dengan visi Snyder. Semua orang , terutama fanboi Snyder, puas dengan film berdurasi 4 jam ini. Lalu apa yang membuat film ini lebih baik?

Sumber: Warner Bros / HBO Max

Seberapa beda versi ini dibandingkan versi Whedon?

Sekilas beberapa adegan di Zack Snyder’s Justice League tidak begitu beda dengan “Josstice League”. Wajar mengingat film ini lebih ke restorasi stock Snyder yang “dirusak” Whedon. Salah satu yang cukup noticeable adalah rasio yang dipakai. Alih-alih memakai widescreen, film ini memakai rasio 4:3. Cukup mengganggu melihat letterbox di sisi kiri dan kanan film, namun paling tidak beberapa adegan digambarkan dengan baik. Jika tidak terbiasa, coba lihat versi Whedon. Setelah menonton Snyder cut pasti ngeh jika filmnya tidak dicrop dengan baik.

Selain itu ada beberapa adegan yang gak ada di versi theatricalnya. Beberapa ada yang useless, ada juga yang malah memperkaya film ini. Tapi kebanyakan lebih ke meningkatkan kualitas sih. Cyborg dan The Flash mendapat backstory yang lebih kaya. Steppenwolf juga memiliki dimensi yang lebih dalam lagi. Begitu juga Darkseid yang sama sekali absen di versi theatrical. Semua terjadi karena durasi 4 jam yang suka atau tidak, membuat storytellingnya lebih luwes dari versi 2017.

Apakah Zack Snyder’s Justice League lebih baik?

Memang versi dari Zack Snyder ini tidak signifikan membuat film ini jadi “megah” seperti The Lord of The Rings. Namun bukan berarti film ini jelek. Paling tidak ini peningkatan yang luar biasa dari versi theatricalnya yang lebih inferior. Jika versi Josstice League seperti “blatant copy” dari Avengers, versi Snyder cut ini lebih serius.

Kualitas yang ada di Zack Snyder’s Justice League solid dan tidak secringe versi Whedon. Jikapun ada humor disini tidak sampai merusak vibe serius yang ada. Hal ini kontras dengan Whedon yang sudah dikenal karena “quips” nya. Dan tentunya karena Snyder mengerti film ini, tone di film ini lebih konsisten dibandingkan versi sebelumnya yang “belang”. Belum lagi dengan visual , koreografi aksi dan sentuhan emosional yang menjadi spesialisasi sutradara Watchmen ini. Mungkin Whedon lebih mengerti buku komik dibandingkan Snyder, tapi dia tidak mengerti keseluruhan cerita dan visi sang sutradara.

Hal menarik di luar aspek kreatif

Apa yang dilakukan WB terhadap Justice League ini bisa dibilang memalukan. Dari mengintervensi visi sang sutradara , menunjuk 2 eksekutif WB sebagai “babysitter“, hingga mempersilahkan Whedon “mengacak-acak” film ini. Project ini bahkan tetap berlanjut sekalipun sang sutradara kena masalah personal. Sebuah artikel dari Vanity Fair menjelaskan personal dibalik film ini, atau bahkan Snyderverse secara umum. Makanya sentuhan personal sang sutradara adalah nyawa untuk film ini.

Bagian yang menjadi alasan Snyder cabut sekaligus melanjutkan lagi project ini adalah meninggalnya Autumn, anak angkat sang sutradara. Makanya di akhir film ada tulisan “For Autumn”, karena film ini didedikasi untuk dia. Entah disengaja atau tidak, epilog film ini seakan menjadi “pesan” sang ayah untuk mendiang anaknya. Selain itu, gerakan #releasethesnydercut juga berhasil “menyelamatkan” mereka yang ingin bunuh diri.

Sumber : Warner Bros / HBO Max

Yang disayangkan dari Zack Snyder’s Justice League

Tidak banyak keluhan yang ada untuk film ini. Kalaupun ada mungkin lebih ke pacing yang juga bermasalah di 2 film sebelumnya. Mungkin film ini bisa saja dipecah jadi 2 film atau lebih. Sepertinya tanggung juga untuk bikin backstory Cyborg dan The Flash sebagai film terpisah. Selain itu tidak ada alasan kuat dibalik rasio 4:3 . Dan di beberapa part tidak begitu berbeda dengan versi theatricalnya. Seperti line “I’m rich” dan “I bought the bank” yang gue gak nyangka itu ide Snyder. Lalu Knightmare yang ada di ending juga terkesan “tempelan”.

Aftermath

Mungkin jika Justice League versi Zack Snyder adalah versi yang tayang di bioskop, belum tentu akan sebaik ini. Bisa benar atau tidak, jika tidak ada kisruh ini (dan waktu yang “tepat”) hype film ini akan biasa saja. Malah seperti halnya Man of Steel dan Batman v Superman, akan mengecewakan dan hateable. Lalu belum tentu juga Zack Snyder akan memberikan hasil akhir yang bagus jika film ini dipaksakan hadir di 2017. Sepertinya merilis film ini 4 tahun setelah film “aslinya” adalah timing yang tepat. Entah karena luangnya waktu membuat editing jadi tidak terburu-buru, hingga hasil akhirnya lebih baik.

Saat ini banyak yang meminta WB untuk #restorethesnyderverse . Tidak begitu berekspektasi besar soal hal ini, walau jika terwujud akan menarik sekali. Minimal sih Ray Fisher jadi Cyborg lagi karena karakter ini potensial untuk hadir di film DCEU lainnya. Paling tidak di “Snyderverse” atau The Flash nanti. Paling tidak dibuat “multiverse” untuk Snyderverse agar tidak clash dengan kepentingan WB nantinya.

Artikel yang menarik soal Zack Snyder’s Justice League

For Autumn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wandavision Previous post Wandavision dan Kekagokan Marvel Studios di Serial Televisi
Next post Kumpulan Film Pandemi Yang Menggambarkan Kecemasan Kita